November 24, 2008

Wreck Diving at the U.S.A.T. Liberty

[got trapped into school of jack fish]

[do we look like a twin ?] 

[watching on a parade of sweet-lips fishes]

[entering the underwater cave]
Here are some pictures during my last week wreck diving in Tulamben, Bali. 

We dived at the U.S.A.T Liberty. She is a 120 meter long shipwreck, the remains of a US World War II freight, torpedoed on January 11, 1942 at 4.15 a.m. by a Japanese submarine while crossing the Lombok Strait carrying material [rubber and railway parts] from Australia to the Phillipines. Two US destroyers hitched up to the ship and tried to tow it to the port of Singaraja. 

For 21 years the Liberty was staying on the beach of Tulamben, 70 km away from the nearest safe harbor. Then on 1963, she was pushed from her location by the fatal eruption of the volcano Gunung Agung. During the process the hull broke into two pieces, and now she is laying only 30 meters away from the Tulamben beach on a sandy slope 90 degrees on her side parallel to the shore the deck side faces the ocean. 

Now the Liberty shipwreck is the most visited diving site of Bali at a perfect depth for scuba diving ranging from 2.5 meters down to 29 meters. An amazing growth of encrusting animal cover the wreck, marines biologists estimate that about 400 different species of reef fish live on the Liberty. And last week, I was so happy to met some of them :) 

November 23, 2008

Hukuman Mati Bukan Solusi

HUKUMAN MATI BUKAN SOLUSI
Pernyataan sikap LBH Masyarakat atas Eksekusi Amrozi dkk

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat mengutuk segala bentuk kekerasan dan kekejaman termasuk tindakan pengeboman di Kuta Bali 2002 lalu. Namun demikian, LBH Masyarakat menyayangkan putusan pemerintah Indonesia yang tetap melaksanakan eksekusi mati terhadap tiga orang terpidana Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron karena justru pemerintah telah mempertontonkan suatu tindakan kekerasan yang dibalas oleh kekerasan pula.

LBH Masyarakat menentang keras penggunaan hukuman mati sebagai bentuk pemidanaan dan jawaban atas penyelesaian kasus-kasus hukum termasuk juga dalam hal tindak pidana terorisme. Kami memandang bahwa Pertama, hukuman mati adalah bentuk pelanggaran terhadap hak untuk hidup setiap manusia yang merupakan hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun juga.

Kedua, hukuman mati merupakan suatu bentuk penghukuman yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia. Hal tersebut tak lebih dari pembunuhan yang dilegalisasi yang dilakukan oleh negara atas nama keadilan.
Ketiga, setiap kejahatan berat harus dihukum berat. Namun hukuman terberat tidak boleh sampai merenggut hidup seseorang. Hukuman seumur hidup lebih layak sebagai hukuman terberat yang lebih banyak memberikan kesempatan bagi banyak pihak untuk memperbaiki keadaan.

Keempat, data dan fakta menunjukkan bahwa hukuman mati tidak banyak memberikan kontribusi dalam mengurangi angka kejahatan, sebaliknya, hal tersebut menunjukkan bahwa bukan seberapa kejam hukumanlah yang dapat menimbulkan efek jera; melainkan adanya kepastian bahwa setiap orang yang melakukan tindak pidana pasti dihukum setelah sebelumnya melalui proses peradilan yang adil dan transparan. Secara khusus dalam kasus ini, penggunaan hukuman mati justru menimbulkan inspirasi bagi beberapa kelompok untuk menempatkan Amrozi cs sebagai “pahlawan” dan seolah-olah memberikan legitimasi akan perbuatan Amrozi cs. Kenyataan menujukkan bahwa Amrozi cs tidak takut hukuman mati. Dan sebaliknya, pasca pelaksanaan eksekusi tersebut, justru muncul gelombang dukungan dari kalangan tertentu yang mendukung “perjuangan” Amrozi cs tersebut.

Penolakan kami terhadap penggunaan hukuman mati terhadap Amrozi cs bukan berarti kami mengesampingkan rasa kehilangan para korban yang ditinggalkan. Namun LBH Masyarakat lebih mendorong keadilan restoratif yakni memulihkan keadaan korban dan bukan melestarikan keadilan retributif yang didasarkan pada balas dendam. Ketika negara mempromosikan hukuman mati sebagai alasan keadilan berarti negara mendorong agar bangsa ini selalu mempergunakan alasan dendam untuk memperoleh keadilan.

Keadilan bukanlah berarti mengambil apa yang telah diambil oleh pelaku kejahatan. Keadilan bukan bicara mengenai kita melakukan hal yang sama dengan apa yang si pelaku telah lakukan terhadap kita. Selama ini kita muak dengan segala tindakan kejam dan meminta pemerintah untuk membalas tindakan kejam tersebut dengan menerapkan hukuman mati. Tanpa kita sadari, penerapan hukuman mati ternyata hanya memperpanjang rantai kekerasan.

Jakarta, 10 November 2008
Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat

Taufik Basari, S.H., S.Hum, LL.M
Ketua Dewan Pengurus

Ricky Gunawan, S.H.
Direktur Program

November 9, 2008

The End of Amrozi CS

Malam ini kota Jakarta diguyur hujan deras. Dan dari TV malam ini aku mendengar berita bahwa eksekusi mati telah dilaksanakan terhadap Amrozi, Ali Gufron dan Imam Samudra. Setelah seminggu penuh berita di berbagai televisi nasional menayangkan berita seputar rencana eksekusi mereka, maka malam ini adalah puncak penantian dari mereka yang mengharapkan ditegakkannya keadilan melalui kematian trio pelaku bom bali ini. 

Namun apakah kematian mereka adalah jawaban dari peristiwa menyedihkan yang terjadi 6 tahun lalu itu ? Apakah dengan kematian mereka juga dapat menghentikan paham-paham dan keyakinan Amrozi dkk ? Apakah kematian mereka menjamin tidak akan ada lagi kekerasan dan terorisme? Ataukah kematian mereka justru akan semakin membuat subur gerakan-gerakan baru yang akan meneruskan perjuangan mereka? 

Enam tahun lalu Amrozi dkk telah mengambil nyawa dan kehidupan 202 orang. Sementara ratusan lainnya terluka dan barangkali masih mengalami trauma hingga hari ini. Dan mengakibatkan berbagai kerugian lainnya baik yang dialami oleh korban dan keluarganya, maupun negara dan Indonesia secara khusus. Enam tahun lalu Amrozi dkk telah mencuri hak Tuhan dan berperan sebagai tuhan. Mengambil nafas kehidupan seseorang adalah hak tunggal Tuhan, Sang Pemberi Kehidupan itu sendiri. Apapun alasannya tidak dapat dibenarkan, dan enam tahun lalu Amrozi dkk telah menjadi pembunuh. Namun haruskah kini kita, apalagi negara, mengambil nafas kehidupan mereka juga sebagai akibat perbuatan mereka enam tahun lalu? Lalu apakah bedanya kita, apakah bedanya negara dengan Amrozi dkk itu ? Kitapun telah menjadi pembunuh ! 

Sejatinya setiap manusia memiliki hati nurani dan kebutuhan untuk berbuat kebajikan. Itu sebabnya selagi nafas kehidupan masih kita miliki, sejahat apapun kita, masih ada kesempatan dan ruang untuk pertaubatan dan harapan akan perubahan. 

Jikalau benar malam ini adalah malam terakhir Amrozi dkk, semoga sebelum nafas kehidupan mereka diambil oleh "tuhan-tuhan dunia" ini, ada mujizat dan pertaubatan terjadi dalam diri ke3-nya. Semoga masih diberi kesempatan untuk memohon ampunan kepadaNya sebelum semua berhenti untuk selamanya.

Setidaknya semoga Amrozi dkk menyadari keberuntungan yang mereka miliki paling tidak sejak tertangkapnya mereka enam tahun lalu. Beruntung karena mengetahui kapan hari terakhir mereka didunia dan bagaimana mereka akan mengakhiri dan meninggalkan kehidupan. Karena bagi banyak orang, termasuk ke 202 orang korban mereka, tidak memiliki keberuntungan untuk mengetahui rahasia Tuhan ini, tidak pernah mengetahui saat hari kematian itu datang menjemput. Tidak sempat mengucapkan salam perpisahan apalagi menulis dan membacakan wasiat serta ditayangkan diberbagai televisi nasional sebagaimana halnya trio bom bali tersebut. Bagi Amrozi dkk cukuplah enam tahun ini menjadi tahun yang penuh sorotan dan liputan atas segala sepak terjang mereka. Cukuplah mereka melampiaskan mimpi mereka menjadi celebritis, bila memang pernah bermimpi menjadi seorang celebrity. 

Proses jelang kematian Amrozi dkk rasanya menjadi prosesi yang phenomenal yang pernah tercatat dalam sejarah jelang kematian seorang anak Indonesia. Semua dipersiapkan demi menyambut "gebyar" kematian mereka. Mereka yang terlibat sebagai panitia meliputi ratusan polisi dan aparat yang bersiaga bukan hanya di Lapas Nusakambangan, tetapi juga bersiaga di kampung halaman mereka, demikian juga ratusan journalis dan media yang meliput selaku seksi dokumentasi. Tidak putus-putus meliput berita jelang eksekusi dan menyiarkan secara khusus. Bahkan penyiaran berita kematian mantan Presiden Suharto pun tidak selengkap penyiaran berita eksekusi Amrozi dkk. Paling tidak dalam hal penayangan pembacaan surat wasiat yang disaksikan oleh jutaan pemirsa televisi nasional bahkan internasional. Seksi transportasi juga tidak kalah sigap mempersiapkan fasilitas khusus bagi para tokoh ini. Tiga helikopter bahkan exit strategy khusus direncanakan dan dipersiapkan bagi mereka. Hingga prosesi gladiresik juga khusus dirancang demi memastikan segala sesuatunya berjalan lancar. Singkatnya ada banyak kemewahan yang khusus dipersiapkan demi menyambut jelang kematian Amrozi dkk, termasuk penundaan dan lambannya prosesi eksekusi itu sendiri yang cukup membuat "gerah" pihak-pihak yang begitu bersemangat melihat kematian mereka. Bahkan seorang korban "eksekusi" lain seperti Tibo-pun tidak memiliki keistimewaan akan halnya Amrozi dkk ini. 

Sembari menikmati guyuran hujan kota Jakarta malam ini, terbersik pertanyaanku, apakah yang Amrozi dkk pikirkan dan rasakan malam ini, sebelum nafas kehidupan mereka dicabut selamanya ? Adakah kecemasan dan rasa takut, adakah penyesalan, ataukah justru semakin mereka merasa telah menjadi pahlawan demi apapun itu yang mereka yakini. Aku tetap berharap semoga Sang Pemberi Kehidupan memberikan mujizatNya, dan memberikan pada mereka pengampunanNya....

Life is beautiful, life is so precious ! 

Rock the World, Obama !!!





Here are some pictures during last Obama's celebration party held at Bellagio, Mega Kuningan. About 500 people were celebrating the victory of Obama and Hope. All walks of life gathered there. Not only American, but also Indonesian. 

On last June I wrote about Obama here, and now 'am glad that he is not only a candidate but today he is the new President for the new USA. Its a dream come true for him, and for the American. And for people of the world, a change has come to America, may it will bring peace and more stability to many other nations. 

Now that he is the elected President, as he promised during his campaign, its gone be excited to see how he will put his nation back into the RIGHT TRACK. How will he reserve the disastrous trickle down economics that takes from the poor and middle class and gives to the rich. And specially as this will be his priority things to do, how he will overcome this global crisis that suffered by many countries including Indonesia. 

No doubt that Obama has attracts many people with his charisma. And for Indonesian Politicians who will run for campaign on 2009, may can also learn from him. Specially on how he generally avoided negative attacks. Keep stay cool, calm while under pressure, and do not react rashly to any situation. From what I watched on him [on TV of course !], he tries to understand things first before reacting. He is not the kind of man who will "shoots first and asks questions later" :) When you watch "Debat Politik" at TV-One, then you will see and notice that many of our politician still need to sharpen their debate style. 

So the floor are yours, Mr. Obama. Go dancing, rock the world ! :) 

November 5, 2008

Change Has Come To America !


Change has come to America. Today.

Young and charismatic but with little experience on the national level, Obama smashed through racial barriers and easily defeated Republican John McCain to become the first African-American destined to sit in the Oval Office, America's 44th president. He was the first Democrat to receive more than 50 percent of the popular vote since Jimmy Carter in 1976.

Obama won California, Colorado, Connecticut, Delaware, the District of Columbia, Florida, Hawaii, Illinois, Indiana, Iowa, Maine, Maryland, Massachusetts, Michigan, Minnesota, Nevada, New Hampshire, New Jersey, New Mexico, New York, Ohio, Oregon, Pennsylvania, Rhode Island, Virginia, Vermont, Washington and Wisconsin.

With most U.S. precincts tallied, the popular vote was 51.9 percent for Obama and 46.8 percent for McCain. But the count in the Electoral College was lopsided in Obama's favor over McCain — 349 to 147 as of early Wednesday, with four states still to be decided. Those were North Carolina, Georgia and Missouri.

The first America's black president, Barack Obama turned from the jubilation of victory to the sober challenge of leading a nation worried about economic crisis, two unfinished wars and global uncertainty. But as he said today, "The road ahead will be long. Our climb will be steep". He acknowledged that repairing the economy and dealing with problems at home and overseas will not happen quickly. "We may not get there in one year or even in one term," he said. "But, America, I have never been more hopeful than I am tonight that we will get there. I promise you, we as a people will get there."

Another 76 days before his inauguration, gonne be exciting to see what Obama plans to do for his country and for the world. But for today, I am sharing my happiness here to see him as the newly US President. Go Obama Go :) And definitely I will go for his celebration party tonight, here in Jakarta, at Bellagio Boutique Mall in Mega Kuningan. Wanne join ??? :)

October 26, 2008

I Miss U Tonight, Pap & Mom !!!!


It feels hurt. It feels pain. Still....

Kaki-Kakiku....


Hari ini kuberkata pada kaki-kakiku, 
Jangan pernah menyerah
Jangan pernah berhenti berjalan
Meski letih terkadang datang menghampiri
Teruslah berjalan, kaki-kakiku...
Kejarlah terus bintang dilangit
Raihlah impian dan harapanmu,
Jangan pernah bimbang, kaki-kakiku,
Ada DIA yang 'kan selalu menuntun langkahmu,
Yang tak pernah ragu bahkan 'tuk menopangmu saat smakin berat langkahmu...

Maka terus....teruslah berjalan, kaki-kakiku....ada pelangi indah menunggumu....

October 23, 2008

Dualitas Kehidupan

Berpelukannya sperma dan sel telur, inilah awal pertumbuhan manusia di bumi ini. Ia menjadi tanda-tanda awal makna kehidupan. Dan pertumbuhan hidup ini terjadi bila kita memeluk dualitas kehidupan. Baik terlihat karena ada buruk. Sukses terasa karena pernah gagal. Naik menjadi indah kalau pernah turun. Kesucian bergetar karena keluar dari kekotoran. Dan sukacita menjadi bermakna, bila pernah melalui suatu kesedihan.

Perhatikan anak-anak ! Mereka terlalu mudah bahagia. Terlalu gampang tertawa. Tidak mengalami kesulitan untuk berpelukan. Dalam kebebasan dari dualitas, sebagian besar anak-anak tidak punya hantu masa lalu. Dan tidak punya setan masa depan.

(taken from Gede Prama)

October 22, 2008

KISS [Keep It Simple Stupid]

Ini tulisan yang aku terima beberapa hari lalu di milis, dan nampaknya bagus untuk jadi renungan bagi kita. Mudah-mudahan suka :)
Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit. Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :
  1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong.Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak kedepartemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semuakotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi iamuncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angina tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.
  2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpentersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan- keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperature mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ??? ..... Mereka menggunakan pensil!
  3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve that problemo. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi,semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.

Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

October 11, 2008

Christie Learns To Be A Model...[and I Learn To Be A Photographer]





She is so adorable, isn't she ??? When I look at her pictures again, I just could not believe that she is 10 y.o now....it seems like yesterday when she was still my fatty chubby Christie....these pictures, as well as other bunch of collection from my "Today Christie" Photo Album,  were taken during our Lebaran holiday at our family house in Puncak, West Java. 

I specially remember this moment, as this was a good collaboration between the model, Christie, and the photographer, my self. We both were so excited, and purposely woke up so early just to make these pictures...oya, more about this day, we both then need to took an 1.5 hours shower together after this "itchy-bitchy" photo session :)